Lebih Jauh Tentang Hp Samsung Touchscreen

Pabrikan Samsung kini tidak hanya merajai pasar elektronik rumah tangga saja. Anda pasti tahu kira-kira sepuluh tahun yang lalu Samsung banyak mengeluarkan produk-produk rumah tangga seperti mesin cuci, televisi, audio-video, vacuum cleaner, blender, dan segudang peralatan lainnya.

Namun semenjak era telepon selular marak terutama peralatan yang mobile, Samsung mulai melirik sektor pasar yang sangat manis. Akhirnya keluarlah telepon genggam pertama Samsung yang sangat diminati. Alhasil hingga kini tahun 2012 kerajaan elektronika Samsung asal Korea Ini berhasil menjual 93,8 juta unit telepon selular, belum lagi dengan gadget yang terbaru.

Kini Samsung juga menguasai enam jenis pasar elektronika yaitu di bidang telekomunikasi, peralatan rumah tangga digital, media digital, LCD/LED, semikonduktor, dan kendaraan bermotor. Yang paling menarik saat ini adalah peralatan media elektronik yang serba multifungsi dan smart, yang dilengkapi dengan interface touchscreen.

Tombol-tombol konvesional nampak nyaris tidak ada. Pengguna semakin mudah mengoperasikannya. Samsung juga tidak mau kalah dalam bidang ini, berbagai peralatan juga dikeluarkan oleh pabrikan Korea yang bertemakan touchscreen mulai dari mesin cuci, tablet, monitor, telepon selular.

Untuk telepon genggam Samsung mengeluarkan ponsel Samsung Champ yang paling murah untuk pasaran Negara berkembang. Ada kurang lebih 32 jenis ponsel Samsung yang tertanam teknologi touchscreen. Di antaranya Samsung Corby S3650 dengan kisaran harga dibawah 1 jutaan.

Model hp Samsung touchscreen lainnya adalah Samsung S5600, Tocco Lite 2, Galaxy S II White, Galaxy S II, Genio II, Tocco Icon, Galaxy Fit, Galaxy Mini, Galaxy Ace, Nexus S scLCD, Wave II, Galaxy Pro, B5722, Wave 723, Galaxy Gio, Wave 533, Wave525, Galaxy S, Omnia 7, Galaxy Apollo, Galaxy Europa, Wave, Monte, Omnia II, Galaxy Portal, Genio Touch, Libre, Jet Ultra Edition, DIVA, Tocco Lite, Beat DJ, Mobile Phone, I8910 HD, S3370

Kelebihan Touchscreen

Kelebihan handphone multifungsi dengan tombol navigasi touchscreen memang sangat menguntungkan, pengguna hanya menekan tombol di layar sesuai navigasinya secara atraktif. Secara umum pengertian layar sentuh yakni jemari tangan atau pensil (stylus) hanya menyentuhkan pada layar yang terdapat ikon untuk di tekan. Pada koordinat tertentu yang telah diprogram pada touchscreen tersebut, tetapi yang terbaru ada layar sentuh yang koordinatnya bisa disesuaikan terserah keinginan si pemilik gadget tersebut yang dikenal dengan interface touchwize versi lite.

Tak adil jika artikel kali tidak menjabarkan macam-macam touchscreen yang beredar di pasaran dan paling banyak digunakan pada gadget seperti telepon seluler dan tablet PC. Ada tiga jenis touchscreen yang ada yakni resistive touchscreen, capasitive touchscreen, dan surface acoustic wave system. Apa saja pengertian dari tiga jenis layar sentuh tersebut. Berikut penjelasannya.

Resistive Touchscreen

Resistive touchscreen terbentuk dari dua lapisan atas dan lapisan bawah yang saling terpisah dan hanya dibatasi beberapa bintik transparan sekaligus sebagai titik koordinat. Lapisan-lapisan ini akan berfungsi sebagai konduktor ketika bagian titik tertentu saling terhubung yang akan menghasilkan impulse listrik yang akan mengirim sinyal ke program pengolah data. Informasi sentuhan pada titik koordinat layar tadi diolah secara logika digital oleh controller yang mengaturnya.

Karena terlalu banyak bintik koordinat yang menghalangi layar akan terlihat kurang jernih dan buram memiliki tingkat kejernihan 75%. Sangat dianjurkan agar layar tidak bersentuhan langsung dengan benda-benda lain ketika Anda masukkan ke dalam tas, saku baju, dan lainnya. Sarung ponsel juga diusahakan yang memiliki pelindung layar secara tertutup dan terbuka (flip case model)ketika dibutuhkan.

Teknologi touchscreen resistive ini sangat cocok untuk digunakan di area industri karena secara teknik bisa terlindungi langsung dari air, debu dan kotoran yang bisa masuk ke dalam sela-sela layar.

Capasitive Touchscreen

Secara prinsip hampir sama dengan teknologi resistive touchscreen, hanya bedanya di bahan konduktornya yang berbahan indium tinoxide dapat meneruskan arus listrik secara kontinyu lalu diteruskan ke sensor jika terjadi impulse tekanan.

Kalkulasi ini menggunakan posisi dari ke-empat titik sudut pada panel touchscreen sebagai referensinya. Ketika hasil perhitungannya didapat, maka koordinat dan posisi dari sentuhan tadi dapat di ketahui dengan baik. Akhirnya informasi dari posisi tersebut akan diintegrasikan dengan program lain untuk menjalankan sebuah aplikasi.

Keuntungannya Anda tidak perlu khawatir akan cepat rusak ketika meletakkan sembarang di kantong baju atau tas, tidak akan terpengaruh dengan gesekan karena sifat capasitive touchscreen ini hanya bekerja jika ada muatan listrik tubuh manusia, jadi seperti stylus, kuku maupun ujung pensil tidak akan berpengaruh sama sekali. Tingkat kejernihan layar ini 90%. Perangkat mobile yang menggunakan ini salah satunya Samsung Corby dan iPhone terbaru.

Surface acoustic wave system

Teknologi terbaru dan paling canggih saat ini, prinsip dasarnya tidak jauh berbeda dengan teknologi layar sentuh lainnya. Hanya saja teknologi ini menggunakan sinyal gelombang ultrasonik yang akan menangkap setiap pergerakan dengan sensor pada layarnya.

Terdapat dua modul tranducer pemancar dan penerima gelombang. Kedua pemancar ini terpasang secara vertikal dan horizontal ketika terdapat titik koordinat yang terhalang maka koordinat tersebut akan dibaca oleh receiver kemudian diterjemahkan sebagai pulsa digital dan diteruskan ke pengolah sinyal data koordinat tersebut.

Tingkat kejernihan layar sentuh ini hampir 100% karena tidak membutuhkan bahan pelapis khusus layaknya layar sentuh resistive touchscreen dan capasitive touchscreen. Bahan permukaan juga akan lebih kuat dan tahan lama dari air, sentuhan, dan debu. Namun perlu diingat permukaan harus bersih dari debu jika tidak ingin mengakibatkan rusaknya sinyal tranducer tersebut.

Kelemahan Touchscreen

Setiap teknologi pasti memiliki kelemahan dan kekurangan. Setiap orang yang memakainya boleh saja memilih mana saja teknologi yang disukai. Namun, kelemahan ini bersifat teknis saja misalkan seorang penulis pasti akan kerepotan mengetik secara cepat jika sudah terbiasa menulis di atas keyboard. Karena sifat-sifat alami toucscreen seperti di atas, jari tangan yang terbiasa menekan di atas keyboard akan terasa aneh ketika mengetik di atas virtual keyboard layar sentuh. Tetap saja gadget seperti handphone maupun tablet touchscreen disarankan untuk menggunakan keyboard eksternal untuk memudahkan Anda menulis jurnal atau artikel. [TR]

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*