Modal Membuat Samsung Galaxy Note 3 Hanya US$240 Per Unit

Samsung Galaxy Note 3

Samsung Galaxy Note 3 dirilis oleh perusahaan asal Korea Selatan tersebut sebagai phablet (phone tablet) kelas high-end terbaru mereka. Status phablet terbaru Samsung ini yang digadang-gadang sebagai flagship berikutnya membuat banyak pengguna dan pecinta gadget rela menggelontor duit yang terbilang cukup besar untuk menebusnya. Bagaimana tidak, angka Rp 8,8 juta tidak bisa dibilang kecil untuk sebuah phablet.

Samsung Galaxy Note 3

Menurut rumor yang beredar saat ini, rupanya budget awal Samsung untuk memproduksi per unit Samsung Galaxy Note 3 hanya menyentuh angka US$ 240 saja. Margin yang masuk ke kantong perusahaan raksasa dari penjualannya pun tentu saja sangat besar.Angka ini sendiri tidak ofisial dan masih sekedar rumor saja. Dilansir dari laporan tidak resmi ini lagi, untuk seri Samsung Galaxy Note 2 sebelumnya, kapital awal per unit bernilai US$ 20 lebih rendah daripada seri terbarunya ini.

Modal US$ 240 tersebut dikabarkan sudah termasuk dengan pemasangan prosesor yang lebih cepat, tampilan layar yang lebih baik, dan juga kapasitas RAM yang lebih besar. Tentu saja banyak pengguna yang tidak percaya dan menilai angka tersebut terlalu kecil untuk phablet berspesifikasi sekelas Samsung Galaxy Note 3 tersebut. Dan sekali lagi, berita tersebut bukan dari sumber resmi, tapi tetap bisa dipercaya khalayak ramai.

Penjelasan yang masuk akal mengenai bagaimana Samsung dapat menekan harga produksi per unit hingga serendah itu adalah kerja sama yang dilakukannya dengan produsen spare part dan perangkat elektronik pembangun Samsung Galaxy Note 3 ini. Dengan membeli dalam jumlah yang sangat besar, tentu saja Samsung mendapat harga grosir yang sangat murah. Malahan, bukan tidak mungkin jika modalnya lebih rendah lagi dari US$ 240 yang diprediksi sumber tidak resmi ini. Sepertinua

Banyak pengguna yang merasa hal itu cukup fair, melihat Samsung tetap dapat merilis gadget berkualitas walaupun modal yang dikeluarkan terbilang kecil. Sepertinya kata-kata “Ada hatga ada rupa” memang sangat tepat dengan dunia gadget modern. Bagaimana tanggapan Anda sekalian selaku pengguna?

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*