Rugi Rp 9,5 T, BlackBerry Akan Lepas 4500 Karyawan

BlackBerry

Perusahaan asal Kanada, BlackBerry dikabarkan akan segera memberhentikan sekitar 4500 karyawannya dalam waktu dekat ini. Keputusan tersebut terpaksa mereka ambil, setelah melihat laporan keuangan perusahaan tersebut pada kuartal kedua tahun 2013 ini. Berdasarkan dokumen pers rilis yang mereka keluarkan , BlackBerry ternyata mengalami kerugian mencapai 950 juta dolar AS, atau lebih dari Rp 9,5 triliun.

BlackBerry

Bahkan, angka kerugian dalam laporan keuangan kuartal keempat tahun 2013 dalam penanggalan BlackBerry yang berakhir tanggal 31 Agustus lalu itu, ternyata melebihi setengah dari penghasilan yang mereka bukukan. Dari laporan tersebut diketahui bahwa perusahaan yang dulunya bernama RIM itu hanya mendapatkan keuntungan sebesar 1,6 miliar dolar AS, atau sekitar Rp 16 triliun.

Meskipun itu masih berupa laporan pendahuluan mengenai proyeksi untuk rugi perusahaan tersebut pada triwulan kedua tahun 2013 ini, yang dikeluarkan pada Jumat (20/09/2013) lalu, tapi angka-angka tersebut kemungkinan besar tidak akan berubah banyak. Pihak BlackBerry sendiri baru akan menyampaikan laporan keuangannya yang lebih lengkap pada hari Jumat, 27 September 2013 mendatang.

Kabarnya, kerugian tersebut diakibatkan oleh rendahnya penjualan perangkat andalan teranyar milik mereka, BlackBerry Z10. Bahkan, secara keseluruhan, perangkat BlackBerry hanya bisa terjual sebanyak 3,7 juta unit hingga akhir Agustus 2013 ini. Karena stok yang sangat banyak bertumpuk itu, perusahaan tersebut terpaksa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menyimpannya.

Selain itu, mereka juga terpaksa mengambil keputusan untuk memotong harga jual BlackBerry Z10 hingga ke pasar tingkat dasar. Belum lagi, saat ini mereka juga sudah mengeluarkan BlackBerry Z30 sebagai smartphone andalan terbaru. Solusi lain, BlackBerry juga akan mengurangi rencana rilis produknya menjadi hanya empat model saja, menggantikan enam perangkat yang telah direncanakan sebelumnya.

Kemudian, BlackBerry juga berencana akan mengubah strategi bisnisnya. Kabarnya, mereka akan mengalihkan fokus produksi perangkat untuk konsumen umum menjadi untuk konsumen enterprise dan prosumer, serta juga mengambil fokus pada paket yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak dan jasa. Hal tersebut dilakukan, agar BlackBerry sendiri terlihat lebih atraktif bagi pembeli potensial.

Laporan pendahuluan BlackBerry ini sendiri akhirnya memang mendapat tanggapan negatif di pasar. Buktinya, nilai saham mereka terus mengalami anjlok. Pada hari yang sama dengan penyampaian laporan keuangan pendahuluan tersebut, saham BlackBerry di bursa saham ditutup melemah 23,7 persen. Melihat semua fakta itu, wajar saja jika ribuan karyawannya terpaksa “dirumahkan” demi mengurangi biaya operasi di tahun mendatang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*